Jumat, 11 Desember 2020

30 Hari Mencari Jati Diri

 

Dengan menulis, usiamu lebih panjang dari umurmu (Aris Ahmad Jaya- Mr. Sugesti Indonesia)

Sebuah cerita yang tertulis ternyata tidak bisa diwakili oleh film. Sebuah cerita yang tertulis mempertemukan antara otak kanan dan otak kiri dalam imajinasi yang nyata.          Menulis bersama dapat membangun sinergi dengan orang lain. Bagaimana bisa?

Sebuah tulisan yang indah akan mempesona, menggugah, melahirkan senyum, tawa, tangis, emosi,sedih, gembira, bahkan menggerakkan pembacanya. Tulisan yang ditulis dengan bahagia akan melahirkan kebahagiaan berikutnya. Tulisan yang ditulis dengan rasa akan melahirkan ras berikutnya.

Mengapa Anda harus Menulis?

Banyak alasan yang membuat kita menulis. Alasan itu memberi kita kekuatan untuk menulis. Kalau ide itu tidak ditulis, ia akan menguap. Tulisan bagai tali kekang kuda.

  1. Tulisan akan mengikat inspirasi, kebahagiaan hidup, emosi agar tetap ada. Tulisan dapat menjadi sejarah kita sendiri. Seperti  tulisan seorang Taufik Ismail yang menjadi berharga karena dikeluarkan oleh orang yang punya nilai. Tulislah tulisanmu, bacalah dan bagikan kepada orang yang engkau kasihi.
  2. Tulisan menjadi sarana pencurahan rasa.
  3. Berbagi dan menginspirasi.
  4. The Real Passive Income. Tulisan menjadi peninggalan “prasasti” diri kita.

Pastikan tulisan kita dapat terealisasi hingga menjadi  buku. Kegagalan seorang penulis pemula adalah ketika penulis juga menjadi editor. Oleh karena itu, teruslah menulis dan jangan berhenti

Hambatan Dalam Menulis

Banyak tantangan dan hambatan yang dialami penulis pemula ketika akan menulis.

1.    Kita merasa tidak layak menulis

2.    Penulis merangkap editor.

Tips Menulis

1.    Tulislah yang anda suka, yang menarik buat anda Misalnya cerita, hobby dll.

2.    Jangan menunggu tulisan Anda sempurna. Segera bagikan tulisan anda ke sosial media Anda. Jangan copy paste tulisan orang lain. Apa yang anda baca dan dengar, tuliskan dengan kata-kata sendiri. Ada akronim penyemangat untuk ini yaitu BOTOL=Berani, Optimis, Tiru Orang lain; BOBOL=Berani, Optimis, Bersama Orang Lain; dan  BODOL=Berani, Optimis, Duit Orang Lain.

Berjalanlah di tengah jalan, Anda akan ketemu jalan. Kalau tidak ketemu jalan, buatlah jalan, maka orang lain akan mengikuti jalanmu.

Beda menulis dengan hati dan emosi hanya bisa dijawab oleh penulisnya. Apakah ia menulis dengan melibatkan perasaan dan hatinya, dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai, ditulis dengan ketulusan.

Sebagai pendidik, bukan saatnya lagi mengejar sertifikat puluhan jam. Saat ini, pendidik perlu mengejar ilmu untuk memperoleh ketrampilan. Ilmu dan ketrampilanlah yang membuat seorang pendidik berkelas.

Penulis tidak selalu harus menyediakan waktu khusus untuk menulis. Berbagai ide dan gagasan yang muncul dalam pikiran dapat disimpan dalam catatan-catatan kecil. Ide gagasan dapat berupa judul-judul, tidak selalu harus dinarasikan dengan sempurna lebih dulu. Ketika menyalin ide-ide tersebut, Anda dapat menyediakan waktu-waktu khusus.

Abaikan cibiran dari orang-orang yang tidak tahu bahwa Anda sedang meninggikan diri dengan usaha meningkatkan kualitas diri. Teruslah menulis dan tinggalkan sejarahmu karena usiamu lebih panjang dari umurmu.()

(Sumber: Trainer Aris Ahmad JayaMr Sugesti IndonesiaMotivator Sekolah Sekolah Unggul di Indinesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar