Minggu, 13 Desember 2020

PELAYANAN SETULUS HATI

           Nara sumber kali ini menghadirkan Umi Rosidah, M.Pd.I. Beliau menyampaikan materi belajar untuk memotivasi para pesera Kelas Belajar Menulis. Dalam pertemuan ini, disampaikan bahwa guru adalah teladan di mana pun ia berada. Jika guru belajar, maka peserta didiknya juga akan terus belajar. Jika guru berhenti belajar  maka peserta  didiknya juga akan berhenti belajar dan tidak akan pernah berkembang. Belajar tak mengenal kata selesai dan tidak aka nada habisnya.

         Di sekolah, guru berinteraksi bersama siswa dan itu terjadi setiap hari. Guru dan siswa dapat duduk bersama, berbagi, dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh siswa mulai dari masalah pribadi sampai masalah cita-cita.

Ibu Umi memulai kelas dengan menyampaikan pesan dari Prof. Suhendra P.hD. yaitu:

1.   Lets Start To Make It Happen (Mari memulai mewujudkan).

Jangan hanya berdiam diri saja, ayuk          berusaha, belajar dan mari berkarya sehingga apa yang         kita cita-cita kan akah terwujud, yakinlah bahwa kalau kita kerjakan dengan sungguh-sungguh               niscaya akah ada hasilnya.


2.   Temukan Potensi diri.

Mari kita gali apa saja yang bisa kita lakukan, apa saja yang telah kita buat selama menjadi seorang guru. diantara karya kita mana saja yang sangat baik

 


3. Guru adalah teladan.Menurut Bu Umi modal utama mencapai  prestasi adalah mimpi dan implementasi, agar impian tidak hanya sekedar impian, maka harus ada tindakan  nyata dan benar-benar kita lakukan.



4.  Silahkan bermimpi setinggi langit tapi implimentasikan.

        Menurut Ibu Umi, dari semua yang telah dicapainya, itu semua akibat peran serta siswanya. Tugas utama guru hanya mengajar, maka menjadi kewajiban kita untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik.

Berkaryalah karena memang ingin berkarya bukan karena ingin menang. Sebab jika alasannya ingin menang dan kenyataannya tidak menang, maka yang muncul adalah rasa kecewa, kemudian berhenti berkarya.

 Menyujudkannya Mimpi 

Menurut Ibu Umi, banyak penulis-penulis hebat di group ini. Oleh karena itu, hal yang sebaiknya tidak kita lupakan adalah meningkatkan literasi digital. Saat ini literasi digital ini sangat penting di era globalisasi ini. Teknologi dan komunikasi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Jika Bapak Ibu guru gagap teknologi, maka guru tidak akan bisa membekali peserta didik kita dengan ketrampilan digital yang sangat mereka perlukan di masa depan.



Saat ini, ada banyak kegiatan-kegiatan perlombaan maupun event forum ilmiah tingkat nasional yang menggunkan portal digital dalam seleksi awalnya. Ini akan menjadi tantangan besar bagi para tenaga pendidik dan para siswa. 

Mengapa Perlu Berdiskusi?

Sebuah karya sering tidak terealisasi karena kelemahan memunculkan ide. Berdiskusi dapat memberi peluang penemuan inspirasi dari orang lain kemudian menterjemahkan dan memodifikasinya. Pada akhirnya, lahir suatu kreasi yang disempurnakan menjadi sebuah inovasi hebat secara kolaboratif dengan siswa atau rekan guru.

Akselerasi dapat menjadi sebuah prestasi jika guru memiliki konsistensi, dan keteladanan. Konsisten untuk terus berkarya, belajar dan berbagi. Konsistensi itu dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan.

Prestasi yang sesungguhnya, jika kita melakukan hal baik dan orang lain terinspirasi dan melakukan  hal yang sama dengan yang kita lakukan.

Lebih lanjut Ibu Ibu Umi menuturkan bahwa  tugas berat kita sebagai seorang pendidik adalah menciptakan masa depan para generasi muda. Pendidikan harus menjadikan para siswa sebagai pribadi-pribadi yang unggul demi kejayaan bangsa Indonesia.


1 komentar: