Kamis, 18 Maret 2021

Bedah Buku: Belajar di Tengah Corona

 

PJJ: BELAJAR AKTIF DI MANA SAJA

Oleh: Krismas PS

 

Covid-19 dan Kejenuhan Belajar

Tidak terasa, telah lebih dari sepuluh bulan, pandemi covid-19 berlangsung. Di masa pandemi Covid-19 ini, tantangan belajar tidak hanya dihadapi oleh siswa dan orangtua saja. Guru pun menghadapi tantangan belajar dan mengajar di rumah. Di satu sisi, guru berada pada posisi sebagai orang tua, di sisi yang lain, guru sebagai pendidik para siswa yang diajarnya. Situasi ini menuntut guru agar dapat memaksimalkan kemampuannya agar dapat menjalani dua posisi ini dengan baik.

Saat ini, proses pembelajaran siswa masih berlangsung secara daring dengan konsep Belajar dari Rumah (Learning From Fome). Meski tampil dengan konsep ini, guru justru harus bertindak ekstra untuk mempersiapkan bahan ajar yang akan disampaikan kepada para siswanya. Guru juga harus memastikan kondisi bahwa para siswa memahami materi yang diberikan sesuai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Tulisan ini akan membahas secara khusus mengenaio penyajian materi pembelajaran yang disampaikan guru, baik strategi, metode dan media pembelajaran efektif yang saya gunakan di masa new normal ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca. 

Platform Pembelajaran

            Saat ini, ada banyak platform pembelajaran yang tersedia untuk memfasilitasi guru dan murid proses belajar dan transfer ilmu pengetahuan. Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui Kompas sedikitnya ada dua belas platform atau aplikasi belajar yang dapat digunakan seperti Rumah Belajar, Meja Kita, Icando, IndonesiaX, Google for Education, Kelas Pintar, Microsoft Office 365, Quipper School, Ruangguru,dan Sekolahmu (Albertus Adit, Kompas, Maret 2020).

Sekolah melalui timnya, dapat memilih salah satu diantara platform tersebut untuk digunakan sesuai kemampuan siswa. Tentu saja, sekolah harus memilih berdasarkan berbagai pertimbangan yang cukup agar tidak mengganggu proses belajar siswa di kemudian hari.

Di sekolah tempat saya mengajar, platform yang digunakan untuk pembelajaran adalah Education. Aplikasi yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran  pertama secara tatap muka daring (synchronous) adalah aplikasi Zoom Meeting dan Google Meet. Selain itu, untuk pembelajaran non tatap muka daring (asynchronous), kami menggunakan aplikasi Google Classroom.  Aplikasi ini memfasilitasi seluruh murid dan guru dengan akun email masing-masing. Saat ini ada sekitar dua ratus siswa dan dua puluh guru, serta beberapa staf lain termasuk kepala sekolah  yang mendapatkan fasilitas tersebut.

Menu Aplikasi

Menu pada Google Classroom terdiri dari 4 sub menu yaitu Beranda (Stream), Tugas Kelas (Classwork), Anggota (Person), dan Nilai (Grade). Pada menu beranda, tampilan halaman muka dapat menampilkan gambar tema yang sesuai dengan kelas atau nama mata pelajaran. Secara psikologis, gambar yang menarik dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Pada kolom keterangan di halaman beranda  sekaligus mencantumkan ID meeting dan sandi yang digunakan.

Sistem Penamaan

Sub menu Tugas Kelas hendaknya diberi penamaan yang sesuai dengan topik belajar. Misalnya tugas tengah semester kesatu untuk kompetensi dasar dapat ditulis dengan pengkodean: TA1.KD.3.5. Jika pada KD 3.5 terdapat dua tugas, maka dapat dipisahkan dalam dua penamaan misalnya TA1.KD.3.5.1 dan TA1.KD.3.5.2.

Jika tugas diberikan pada tengah semester kedua untuk KD 3.7 maka dapat ditulis dengan nama TB1.KD.3.7. Sistem penamaan secara langsung akan menata data dalam drive penyimpanan data milik siswa ataupun drive penyimpanan data milik guru. Hal ini tentu akan mempermudah guru mencari data atau bahan ajar yang diinginkan.

 Pengalaman Terhadap Platform Belajar

            Ketika tahun ajaran baru akan dimulai, sekolah sudah lebih dulu melakukan sosialisasi kepada siswa dan orang tua terkait penggunaan aplikasi ini. Siswa dan orang tua juga mendapatkan pembekalan teknis untuk menggunakan aplikasi ini. Diperlukan waktu sekitar tiga bulan lebih bagi siswa dan orang tua untuk menyesuaikan diri terhadap penggunaan aplikasi ini.

            Secara umum, aplikasi memberi banyak keuntungan karena setiap siswa mendapat satu akun email edukasi. Penggunaan email personal ini memberi kemudahan bagi sekolah untuk mengelola proses belajar terutama saat pemberian tugas dan evaluasi kepada siswa. Selain itu, kapasitas penyimpanan data yang tidak terbatas membuat para guru merasa nyaman untuk menyimpan administrasi dan hasil belajar siswa.

            Para guru merasa sangat terbantu dengan aplikasi ini. Guru dan siswa juga terkoneksi dan dapat mengakses berbagai fasilitas yang tersedia dalam satu ruang kelas maya. Manfaat ini membantu para guru menyajikan bahan ajar secara variatif dengan memanfaatkan berbagai sumber informasi yang tersedia di platform Google.

Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran Jarak Jauh menuntut para guru dan siswa terhubung secara daring. Seluruh proses pembelajaran daring, sepenuhnya dilakukan secara langsung baik dengan tatap muka (synchronous) maupun non tatap muka (asynchronous). Meskipun proses in sudah berlangsung selama satu semester, masih ditemukan beberapa orang tua yang belum sepenuhnya menguasai aplikasi yang digunakan siswa dan guru dengan berbagai alasan. Akibatnya, para siswa beberapa kali mengalami kesulitan untuk mengakses informasi belajar yang disajikan oleh guru.

            Di masa new normal, aktivitas perekonomian yang mulai bergulir telah membuat para orang tua beraktivitas kembali di tempat kerjanya. Hal ini juga turut mempengaruhi kelancaran pembelajaran siswa di rumah. Pendampingan asisten rumah tangga dan sebagian orang tua tampaknya tidak sepenuhnya membuat proses belajar menjadi lancar.  Minimnya pengetahuan operasional terhadap aplikasi belajar dan gangguan jaringan masih tetap muncul dalam pertemuan belajar di kelas maya setiap hari. Meskipun jumlahnya tidak banyak, hal ini tetap menjadi perhatian serius agar anak tetap dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Disinilah peran guru  menjadi penting untuk memberikan solusi atas kendala yang dihadapi anak.

 Proses Pembelajaran

Penggunaan akun personal education memudahkan kami para guru menciptakan sebuah kelas melalui fasilitas aplikasi Google Classroom. Akses kepada aplikasi ini bertujuan untuk membuat sebuah kelas pembelajaran maya dengan memasukan setiap siswa pada suatu kelas yang dibentuk melalui email personal education.

Sebelum proses pembelajaran, Para guru telah mengunggah bahan ajar yang akan disampaikan keesokan harinya. Bahan ajar disesuaikan dengan kebutuhan topik materi yang akan diajarkan. Bila diperlukan, guru sudah siap dengan bahan ajar berupa video pembelajaran.

Pada hari pembelajaran, setiap kelas akan dimulai dengan kelas tatap muka (synchronous). Platform yang digunakan adalah Zoom Meeting. Proses ini berlangsung seama 25 menit dan digunakan untuk menjelaskan materi yang sudah diunggah sebelumnya. Setelah proses tatap muka daring, siswa akan diarahkan menuju kelas non tatap muka (asynchronous). Di sini siswa akan mendapatkan pendalaman materi berupa latihan soal, atau tugas-tugas.

Penilaian

            Pada masa penilaian, baik harian, tengah semester dan akhir semester, penilaian berlangsung secara daring dengan menggunakan dua perangkat. Siswa membuktikan kehadirannya selama ujian berlangsung melalui Zoom Meeting dan mengerjakan soal melalui Google Classroom. Dengan demikian, siswa bekerja secara multi tasking. Penggunaan dua perangkat ini dipantau langsung oleh guru pada saat penilaian ketika penilaian berlangsung.

Tingkat partisipasi

            Kehadiran rata-rata siswa setiap pelajaran dan setiap hari adalah rata-rata 100%. Sangat jarang ditemukan siswa yang tidak hadir kecuali disebabkan hal-hal yang mendesak seperti sakit dan keperluan lain. Partisipasi siswa dalam kelas maya juga cukup aktif. Penyesuaian diri selama satu semester terhadap lingkungan belajar daring dari rumah dapat dilakukan siswa dengan baik bersama orang tuanya.

            Partisipasi siswa juga tampak dalam berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang juga dilaksanakan secara daring. Kegiatan kesiswaaan seperti Pramuka, Bina Iman, Youtuber Club, Komputerisasi tetap diminati oleh siswa dimasa Pembelajaran Jarak Jauh ini. 

            Dukungan jaringan internet yang cukup memadai membuat proses belajar daring menjadi lebih nyaman. Namun tidak dipungkiri, kendala jaringan yang cukup lambat juga pernah dialami. Meskipun demikian, kesulitan itu dapat disiasati para guru dengan mengalihkan ke kelas (asynchronous) dengan aplikasi alternativ seperti WhatsApp yang sifatnya temporer.

 Kemampuan Guru

Pihak sekolah selalu mengupayakan peningkatan kemampuan guru melalui pelatihan-pelatihan penggunaan aplikasi alternativ. Ketrampilan pembuatan video bahan ajar oleh para guru juga ditingkatkan melalui pelatihan aplikasi video editing melalui beberapa platform pilihan. Dengan demikian guru memiliki beberapa pilihan yang dikuasainya untuk melahirkan produk-produk bahan ajar baru.

Kemampuan guru ini menjadi modal bagi mereka untuk berkreasi memeriahkan berbagai kegiatan lomba di sekolah dengan melibatkan siswa dan orang tua di rumah. Kemeriahan pada lomba foto, bernyanyi, bercerita dalam bahasa Inggris, dan poster melalui media sosial adalah contoh keberhasilan pelatihan ini

Refleksi

Pendidikan merupakan sarana yang paling penting, tepat, dan efektif dalam mengubah perilaku  individu atau masyarakat dan bangsa dalam konteks yang lebih luas. Oleh karena itu, kualitas pendidikan menjadi faktor penentu atas terbentuknya kualitas individu atau masayarakat dan bangsa dalam skala yang lebih besar.

Pembelajaran Jarak Jauh tidak menghentikan semangat untuk terus mengembangkan diri melalui belajar. Kesulitan yang dihadapi ketika mencoba hal-hal baru merupakan hal yang wajar. Seiring waktu, hambatan dan tantangan itu akan dapat diatasi bersama-sama sejauh semua elemen pendidika terlibat dan berperan aktif.

Pengalaman belajar yang disampaikan dalam tulisan ini mungkin saja akan berbeda dengan pengalaman di sekolah dan daerah lain sesuai kemampuan dan karakteristik sekolah dan daerahnya. Namun, satu hal yang pasti, setiap keragaman dalam proses belajar akan semakin memperkaya kazanah pendidikan kita. Semoga guru terus dapat berkembang dan meningkatkan kreativitasnya dalam rangka mencerdaskan warga bangsa.***

Referensi :

Pengalaman Penulis

https://edukasi.kompas.com/read/2020/03/22/123204571/12-aplikasi-pembelajaran-daring-kerjasama-kemendikbud-gratis?page=all


Tidak ada komentar:

Posting Komentar