Selasa, 09 Maret 2021

Sudah di Vaksin Masih Bisa Kena Covid-19?

Raut kegembiraan tampak di wajah beberapa orang yang berkesempatan mendapatkan vaksin Covid-19. Dapat dipahami bahwa kondisi ini membuat mereka menjadi lebih tenang karena telah memiliki dukungan perlindungan diri. Mereka berharap, vaksin yang sudah mereka terima membuat mereka kebal terhadap penularan Covid-19. Benarkah demikian? 

Pendapat bahwa vaksin Covid-19 membuat seseorang menjadi kebal terhadap penularan virus Covid-19  merupakan pendapat awam masyarakat. Tentu, kita membutuhkan penjelasan yang bersumber dari para ahli terkait. Sebuah kutipan informasi dari sebuah media online nasional menyebutkan bahwa seseorang yang telah divaksin tetap berpotensi tertular, namun vaksin telah menciptakan kekebalan bagi tubuh sehingga tidak menimbulkan sakit. 

Mencermati informasi tersebut, ada hal tersirat yang perlu diperhatikan yaitu sikap yang ditunjukkan dalam aktivitas sehari-hari. Seseorang yang sudah mendapatkan vaksin, tetap perlu memperhatikan protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan dan perlindungan diri. Selain itu, interaksi dengan orang lain di sekitar tentu perlu diperhatikan agar orang lain merasa terlindungi.

Perasaan jumawa dan merasa telah kebal terhadap virus karena telah mendapat vaksin dapat membuat seseorang merasa di atas angin karena menganggap dirinya tidak memerlukan protokol kesehatan lagi. Orang lain yang belum mendapat vaksin dan tidak mengetahui keadaan orang tersebut lalu merasa bahwa ia pun boleh melakukan hal yang sama. Hal ini dapat berakibat kurang baik dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. 

Pembentukan Antibodi

Menurut beberapa sumber, antibodi pasca penyuntikan vaksin baru terbentuk lebih kurang hampir sebulan. Oleh karena itu, penerima vaksin tetap harus bersikap bijak dalam melindungi diri dan orang lain di sekitarnya. Apalagi bila di lingkungan terdekat atau lingkungan sekitar terdapat lansia dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit kronis misalnya asma, pneumonia, jantung, stroke, diabetes, penyakit ginjal dan kanker[2]. Penyakit-penyakit tersebut ditengarai sangat sensitif terhadap keberadaan virus Covid-19 di dalam tubuh.

Penyakit yang kronis tersebut dianggap dapat menurunkan kondisi kesehatan penderitanya seperti pada lansia. Oleh karena itu, penanganan vaksin terhadap para lansia dilakukan secara spesifik. Pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan suhu tubuh, tekanan darah dan kondisi fisik lainnya akan menjadi prioritas sebelum melakukan vaksinasi [1]. 

Sebagai bahan pertimbangan untuk mengetahui kondisi kesiapan tubuh para lansia, ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut:

1. apakah mengalami kesulitan jika menaiki sepuluh anak tangga?

2. apakah sering mengalami kelelahan?

3. apakah memiliki 5 dari 11 penyakit (hipertensi, kanker, diabetes, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal)

4. apakah mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100-200 meter?

5. apakah mengalami penurunan berat badan yang signifikan dalam setahun terakhir?


Pasca penerimaan vaksin, disarankan tetap menjaga kesehatan diri. Hal terpenting bagi semua anggota masyarakat adalah tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. 

Sikap tidak peduli dan jumawa hanya membawa kerugian bagi diri sendiri dan orang lain.***

Referensi: 

[1]https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/08/083500065/bisakah-terkena-covid-19-meski-telah-divaksin-ini-kata-kemenkes?page=2

[2]https://www.alodokter.com/kelompok-penyakit-yang-dapat-meningkatkan-risiko-terkena-covid-19 


4 komentar:

  1. Mantab. Terimakasih telah berbagi dan mnginspirasi 👍😀

    BalasHapus
  2. Betul sekali, Pak
    Meski sudah divaksin bukan berarti abai terhadap prokes ya, semoga pandemi ini segera berakhir.

    terimakasih, informatif sekali

    BalasHapus